Sabtu, 22 Oktober 2011

KISAH PEDAGANG PANGSIT PASAR ALAI

Alai? Ya, mungkin kita sering mendengar istilah alay (anak layangan), tapi di sini Alai adalah sebuah nama pasar di Kota Padang, Sumatera Barat. Saya sekarang tinggal di Padang; meninggalkan keluarga tercinta di Bengkulu, demi menuntut ilmu di Program Studi Pendidikan Dokter FK UNAND. Kalau teman-teman yang lain banyak yang ngekos, saya alhamdulillah tinggal di rumah peninggalan almarhum eyang saya.

Nah, karena anak-anak eyang saya tidak ada yang tinggal di Padang, maka dititipkanlah rumah ini kepada keluarga tukang mie pangsit yang cukup dekat dengan almarhum eyang saya. Keluarga itu terdiri dari seorang bapak, ibu, dan EMPAT anak laki-laki. Yang dua tertua sudah bekerja; sebagai anggota gegana. Yang nomor tiga masih kelas 1 SMA, sementara yang bungsu baru kelas 1 SD.

Suatu malam di bulan Ramadhan, selepas ibadah tarawih, saya makan malam. Sendiri, sambil memandangi alias menonton TV. Nah, datanglah si ibu (saya memanggilnya Bu Lek Sum) dari paviliun, sekedar melihat saya. Lantas, mengobrollah kami...

Dari obrolan itu, saya baru mengetahui kisah hidupnya. Cukup rumit.

Sabtu, 17 September 2011

Nenekku Super Star , , , KITA???

lagi-lagi copas nih,, hahaha..
tp gapapa lah, yang penting isinya..
selamat menginspirasi diri sendiri ;)
***
oleh Ietje S Guntur pada 22 Desember 2010 jam 20:22
Dear teman dan sahabat semua…

Di hari yang berbahagia ini...di hari peringatan HARI IBU, 22 Desember 2010, ijinkan saya untuk berbagi pengalaman tentang ibu saya .
Catatan ini saya buat beberapa tahun lalu, tetapi saya pikir masih bisa dibagikan sebagai kenang-kenangan dan tanda bakti saya kepada ibu tercinta.

Selamat Hari Ibu bagi semua yang memperingatinya...

Jakarta, 22 Desember 2010

Salam sayang,

Ietje S. Guntur





Dear Allz...

Met pagi...siang...or sore...( tergantung wilayahnya yaaa...hehehe...)...
Mau cerita sedikit niiih...mengenai seseorang yang menjadi idola seumur hidup saya... Seorang wanita, yang mungkin jadi gambaran...seperti apa sesungguhnya wanita abad 21 ini...

Hari Sabtu , tanggal 21 April kemarin, kebetulan saya di Bengkulu. Menemani ibu saya yang sedang sakit. Sakit ibu saya ini termasuk sakit yang istimewa, karena seumur hidup saya kenal beliau...(ya...seumur hidup saya ini)...nyaris beliau tidak pernah sakit. Paling-paling sakitnya kalau melahirkan anak-anak...saya dan lima adik saya. Dan pernah juga sekali, duluuuu....banget, ketika saya masih kecil, ibu saya pernah operasi (maaf) ambeien....( biasalah...penyakit wanita kan ?). Juga setahun lalu, beliau terpaksa dioperasi lagi, karena usus buntunya pecah...empat tahun sebelumnya, dan selama itu tidak ada keluhan apa pun . Jadi seumur hidup beliau berpuluh tahun ini , saya selalu melihat beliau bergerak kian kemari , melakukan segala aktivitas dari mulai subuh sampai saya tertidur lagi. Kalau mengikuti istilah anak saya, “Eyang itu seperti angin puyuh...yang selalu berputar kemana-mana...”. Hmm...

Sabtu, 10 September 2011

Cerita dari Kupu-Kupu

oleh Nizar Dzulqarnain Rahmatullah pada 07 September 2011 jam 20:27 (dg sdikit editing dr saya,, hahaha)


Suatu waktu, ada seseorang nemuin kepompong seekor kupu-kupu yang udah mempunyai lubang kecil en terlihat calon kupu-kupu yang berjuang keluar. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam. Calon kupu-kupu yang ada di dalam kepompong itu berhenti membuat kemajuan, kelihatannya dia telah berusahan semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang yang ngeliatin itu mutusin untuk membantu neh calon kupu-kupu itu dengan mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu sehingga kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil dengan sayap-sayap yang mengkerut.

Orang tersebut terus mengamati kupu-kupu itu dengan harapan pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar smampu menopang tubuhnya yang mungkin akan berkembang. Namun, seiring berjalannya waktu, semua yang diharapkan tidak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di sekitarnya tetap dengan tubuh gembung dan sayap-sayap yang mengkerut.

Selasa, 30 Agustus 2011

Ayo, Terjun!!

oleh Nizar Dzulqarnain Rahmatullah pada 28 Agustus 2011 jam 13:00

Awalnya laki2 itu masih sangsi banget buat terjun dari helikopter itu. Secara, itu terjun payung perdananya.
“Woiii, nyari koit lo ye?!” ujar teman2nya yang ga pengen laki2 itu terjun dengan nekat.
“Koit ato kaga, itu urusan gue, gan… Yang tau gue bakal apa2 yah gue ndiri” kata lalaki itu menutupi sangsi yang sebenarnya masih menyelimutinya.
“Oke2, sekarang kalo lo emang berani, terjun sekarang!!” kata temen2nya yang mungkin masih nganggep cowo itu ga bakalan berani terjun.

(Slow but sure, sambil narik napas)
“okee! Gue terjun!!!”

Whuuuuzzzzz……

Cowo itu terjun di ketinggian beribu2 kaki dengan bebas.. Doi panik binti bingung luar biasa gimana ngembangin parasutnya biar ga sekalian terjun ke liang lahat.
Weell, dengan tutorial yang pernah dia pelajari, itulah saat yang tepat buat nerapin yang dia dapat selama ini.

Akhirnya, dengan susah payah parasutnya pun terkembang juga. Melayang ia di udara… en finally mendarat dengan sukses. Haru, senang, panic, plong, nyampur jadi satu kaya gado2 pedes.
Pheeww…
Cowo itu pun lega. Terjun perdananya sukses, walau di awal dia berasa skeptis en parno kalo terjunnya bakalan ga sukses….

Minggu, 28 Agustus 2011

wake up!!!!



" Hai orang yg berselimut! Bangunlah, lalu beri peringatan!"
Q.S. Al Mudassir: 1-2

akhirnyaaa,,, blog ini hidup lagi. setelah sekitar 8 bulan vakum,, dg semangat ayat di atas,, insyaAllah Babontheberbuluwarrior akan setia menggoreskan kata-kata yg (semoga) bisa membuka mata, mengetuk hati, lantas melahirkan motivasi untuk terus maju demi Allah, demi orangtua, demi keluarga, dan demi bangsa Indonesia. boleh juga demi diri sendiri,, ato kata Kapten Tsubasa, " Cukup mencoba untuk jadi lebih hebat!! "

yaaah,, ga panjang- panjang. Itu aja dulu. Mohon kritik n sarannya, dan doa agar saya selaku penulis bisa mengikis kegaptekan saya biar blog ini jadi lebih enak dibaca....

once again, WAKE UP!!!
LIGHT UP THE DARKNESS.
KEEP FIGHTING, or DIE TRYING!!!!
GO FORWARD, even BY CRAWLING!

Sabtu, 27 Agustus 2011

Mengapa kekacauan di dunia dewasa ini begitu merebak?

ust. ihsan tanjung.MA

Mengapa kekacauan di dunia dewasa ini begitu merebak? Coba perhatikan berbagai berita di media. Hampir semua mengabarkan kekacauan, perselisihan dan kezaliman. Sedemikian merebaknya kekacauan sampai-sampai di kalangan insan media di dunia barat berkembang suatu motto yaitu Bad News Is Good News (berita buruk adalah berita baik). Artinya berita yang mengandung kekacauan diyakini bakal mendatangkan profit bisnis. Bila suatu berita mengandung kebaikan, maka ia dianggap ”tidak menjual” Astaghfirullah..!!

Namun pertanyaan di atas belum terjawab... Mengapa hal ini terjadi di masa kita sekarang? Saudaraku, tidak perlu kita susah-susah mencari jawabnya. Silahkan simak pesan Nabi Muhammad saw berikut:

(AHMAD - 21139) : Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantunganpada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat."

Kualitas jauh lebih penting dari pada kuantitas

Oleh: HM. Syamlan

Manusia tidaklah dinilai tubuhnya, tapi jiwa yang berada dalam tubuh itu. Uang tidaklah dinilai kertas atau logamnya, tapi nilai yang tertulis padanya. Bicara tidaklah dinilai banyaknya kata-kata yang terucap, tapi apa isi pembicaraan itu. Makanan juga begitu, tidaklah terlalu penting berapa banyaknya tapi yang terpenting adalah kandungan dan gizi pada makanan itu.

Belumkah datang waktunya?

oleh: Edi Safari

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al-hadid: 16)

Maha Suci Allah yang menggantikan malam dengan siang dan sore pun menyongsong malam. Hari berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan-bulan pun membentuk tahun. Tanpa terasa, pintu ajal kian menjelang. Sementara, peluang hidup tak ada siaran ulang.

Siap atau tidak, waktu pasti akan meninggalkan kita

Sejauh apa pun satu tahun ke depan jauh lebih dekat daripada satu detik yang lalu. Karena waktu yang berlalu, walaupun satu detik, tidak akan bisa dimanfaatkan lagi. Ia sudah jauh meninggalkan kita.

Begitu pun dengan berbagai kesempatan yang kita miliki. Pagi ini adalah pagi ini. Kalau datang siang, ia tidak akan pernah kembali. Kalau kesempatan di pagi ini lewat, hilang sudah momentum yang bisa diambil. Karena, belum tentu kita bisa berjumpa dengan pagi esok.

Itulah yang pernah menggugah Umar bin Abdul Aziz. Suatu malam, karena sangat lelah, Umar menolak kunjungan seorang warga. “Esok pagi saja!” ucapnya spontan. Khalifah Umar berharap esok pagi ia bisa lebih segar sehingga urusan bisa diselesaikan dengan baik.

Tapi, sebuah ucapan tak terduga tiba-tiba menyentak kesadaran Khalifah kelima ini. Warga itu mengatakan, “Wahai Umar, apakah kamu yakin akan tetap hidup esok pagi?” Deg. Umar pun langsung beristighfar

Jumat, 26 Agustus 2011

Baca dulu, sumpah nangis, berlinang air mata !!!

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah.Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.


pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!!

Minggu, 30 Januari 2011

Pandangan politik saya: TARBIYAH ISLAMIYAH

Hehehe,setelah lama vakum berjumpa lagi dg tulisan saya.

Kali ini saya mau cerita ttg pandangan politik saya saat ini, TARBIYAH ISLAMIYAH.

Apa itu? Nah,biar sejumlah artikel ini yg menjelaskan, ok?



Artikel pertama
Setidaknya ada dua alasan mengapa tarbiyah Islamiyah menjadi hal yang sangat penting. Pertama, ditinjau dari aspek internal ajaran Islam, dan kedua, ditinjau dari aspek individu umat Islam.

A. Aspek Internal Ajaran Islam

Rasul diutus oleh Allah ke dunia ini adalah untuk mengeluarkan manusia dari kejahiliyahan, dan menjadikannya sebagai khairu ummah. Untuk melaksanakan tugas ini, Rasulullah melaksanakan sebuah metode pendidikan (tarbiyyah) yang bermula dari tilawah, kemudian tazkiyyah, dan setelah itu ta’limul kitab wal hikmah (2:151, dan 62:2).


Metode ini kami anggap paling tepat (atau bahkan baku) sebab, ketika Nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka (anak cucu kami) seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (2:129), Allah menjawabnya dengan; “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepadamu, mensucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al Hikmah, serta mengajarkan kepadamu apa-apa yang belum kamu ketahui” (2:151). Pada do’a Nabi Ibrahim ta’limul kitab wal hikmah mendahului tazkiyyah dan pada jawaban Allah tazkiyyah mendahului ta’limul kitab wal hikmah. Metode ini terbukti mampu mencabut akar-akar kejahiliyahan dari dada ummat dan kemudian menjadikannya sebagai ummat yang terbaik.


Setelah jahiliyyah berhasil ditumbangkan pada masa rasul, ada yang beranggapan bahwa jahiliyyah tidah akan pernah muncul lagi. Seolah-olah, menurut mereka, jahiliyyah merupakan salah satu fase sejarah yang telah lampau dan tidak akan terulang lagi.


Salah bukti adanya anggapan (pandangan) ini adalah adagium yang dikembangkan oleh Dunlop, yang menyatakan: “Orang-orang Arab pada masa jahiliah suka menyembah patung dan berhala, menguburkan anak perempuan hidup-hidup, suka minum khamr dan main judi, suka merampok dan menodong. Lalu datanglah Islam untuk melarang semua itu.”


Apa yang salah dari ungkapan di atas? Selintas ungkapan itu benar adanya. Islam diturunkan untuk menghancurkan kejahiliahan. Tetapi kalau dicermati secara lebih teliti, ungkapan yang dimuat dalam planning pendeta yang datang ke Mesir pada masa pendudukan Inggris itu, mengandung maksud untuk menggambarkan bahwa misi Islam telah selesai dan tak ada lagi peranan yang bisa dilakukan oleh Islam untuk kaum muslimin dan umat manusia lainnya.
Kalau sekarang umat menengok ke sekelilingnya, mereka tidak akan menemukan patung-patung sebagaimana yang disembah oleh orang Arab Jahiliah. Mereka juga tidak akan mendapati orang yang menguburkan anak perempuannya hidup-hidup. Lebih dari itu, mereka juga akan kesulitan untuk menemukan peminum khamr, pemain judi, dan perampok dalam bentuk tradisionalnya. Dengan hilangnya atribut-atribut kejahiliyyahan tersebut, apa lagi peran yang dapat dimainkan oleh Islam?

Selasa, 16 November 2010

copas note Akhmad Shauman Daya, "Rindu"

1 tahun yang lalu di bulan ini saya pernah mempertanyakan kenapa saya harus tumbuh menjadi dewasa tanpa bimbingan orang yang saya panggil ayah ato papa ato abah ato apalah tergantung kalian mau manggil apa, tapi yang pasti dia itu pemengang saham terbesar atas hadirnya Kita di dunia ini ^^. Saat saya ada masalah, saat bingung, saat harus milih sesuatu, seharusnya dia ada untuk memberikan jawaban dan solusi untuk kehidupan saya. Mungkin kalo ada kesempatan 1 hari ato 1 jam pun untuk bertemu kembali dengannya  akan banyak sekali pertanyaan yang akan saya tanyakan kepada "dia" tetang kehidupan sementara yang membingungkan ini, walaupun itu sesuatu yang paling mustahil terjadi di dunia ini. 11 tahun yang lalu tepat di hari ini saya kehilangan "dia", umur 7 tahun belum cukup untuk seorang anak manusia untuk mempertanyakan tentang kehidupan, padahal itu adalah saat terakhir untuk bertanya dan berdiskusi dengannya, dasar hidup yang menjadi pedoman saya terputus sudah, mencari semua sendiri tanpa ada yang mengayomi, tapi hidup harus tetap berjalan dan waktu terus berputar. hidup di antara orang tua yang utuh dan seorang anak perempuan lain yang selalu bikin saya cemburu sampai sekarang atas kemanjaan dan ketidak peduliannya. Ini mungkin yang namanya keluarga, saat kalian senang dikala berkumpul bersama yang mengalahkan kesenangan apapun di dunia ini, saat kalian akan menangis sejadi-jadinya di saat salah satu di antara mereka hilang sejenak di kala ada kesibukan lain di dunia yang mereka jalani. tapi itu semua hanya tinggal kenangan bagi saya. Rindu, mungkin itu kata2 yang paling pas untuk saat ini, saat dimana kau sendiri di tempat yang baru, saat kau mulai memilih untuk menjadi orang yang seperti apa nantinya, saat kau mulai menemukan arti kedewasaan. sekarang saya sudah berumur 17 saya masih saja menjadi abu2.



makasih buat yang baca, ini cuma sekedar curhat, ^^
.
.
.
.
.

tambahan saya ga banyak, cuma beberapa pertanyaan.termasuk untuk diri saya sendiri...
dengan orangtua yg lengkap, sudah sehebat apa kita menempuh hidup? apa saja yg sudah kita hasilkan?
atau,
sudah berapa kali kita kecewakan mereka? sudah berapa kali kita membuat mereka menangis, atau berkata kalau kita membenci mereka, atau malu dg keberadaan mereka, atau malah menganggap mereka tak mengerti kita?
hanya kita dan Allah yg tahu.
.
.
sudah saatnya kita belajar beryukur.

Senin, 13 September 2010

Sepucuk Surat Lusuh untuk Penjajah Tercinta . . .

tulisan ini diukir oleh hati yg pedih
mendengar bagaimana orang bodoh di pemerintahan bekerja
melihat betapa kkn menyengsarakan bangsa
mencium busuknya bau dosa . . .

tulisan ini adalah luapan emosi yg hidup
ungkapan kekecewaan yg bernapas
gambaran murka yg berkembangbiak

tulisan ini tidak dibuat untuk diteladani
tapi untuk mengingatkan kita betapa 230 juta rakyat yg kecewa berpikir dan bermimpi
itu berbahaya
selamat mengikuti
.
.
.
yth pak penjajah
di negeriseberang

apa kabar pak? terakhir bertemu sekitar 60 tahun lalu saat bapak menjajah tanah ini

Selasa, 24 Agustus 2010

Es Be I, Sekolah Bertarif (?) Internasional?

hhhhhmmmm . . . akhir2 ini RSBI tumbuh dg subur seperti jamur dimusim hujan, dikasi pupuk pula. Hayooo, kalo dgr kata RSBI apa yg ada di benak kita? Ruangan ber-AC, anak2 jago B. Inggris, fasilitas belajar macho, dkk yg dianggap sanaknya SBI. N, ga ketinggalan uang masuk plus SPP yg di atas rata2 . . .

Pertanyaan saya sbg orang yg reseh, ada banyak. Kenapa kelas2 RSBI mesti ber-AC? kenapa anak2nya mesti dicekokin les B. Inggris? Kenapa SPP-nya mesti mahal? apa seperti itu SBI?

Saya yakin dan sangat ingat sekali, pada suatu sosialisasi SBI, pematerinya berkata, " SBI itu bukan masalah kemamuan berbahasa Inggris, bukan tentang kelas ber-AC, bukan pula tentang fasilitas superior. Tapi, SBI yg sebenarnya adalah kondisi di mana murid dan guru bisa memiliki kualifikasi budaya internasional. "

"Personal Revolution"

copas pesan Edi Safari,

personal revolution

Untuk anggota SMART Centre
Edi Safari 24 Agustus jam 10:55 Balas
sahabat2ku yang luar biasa...
saat kita melihat keganjilan, ketidak adilan, korupsi dan kemaksiatan..lalu hati kita mmbencinya..bersyukurlah krn itu tanda hatimu hidup bersama jiwa dan raga yg hidup.

saat kita mulai berfikir untuk mengub...ahnya..bersyukurlah, krn itu pertanda Allah memberimu semangat dalam hidup yg kau jalani

saat kau berfikir darimana akan memulainya...maka inilah bukti engkau adalah org2 hebat..tak sekedar menceritakan masalah (problem speakers) tp mencari solusi dr masalah (problem solvers)

tp saat ingin mengubah...maka mulailah dari diri sendiri dan saat ini!

mulailah mjd pribadi2 yg jujur...
mulailah mjd pribadi2 yg bertanggung jawab...
mulailah mjd pribadi2 yg peduli dan empati...
mulailah mjd pribadi2 yg amanah...
mulailah mjd pribadi2 yg merdeka dr penjajahan nafsu...

selamat mengubah bangsa dg mengubah diri
selamat mengubah diri dg mengubah kebiasaan
selamat mengubah kebiasaan dg mengubah paradigma berfikir
selamat mengubah paradigma dg mengubah apa yg kita baca..dengar ..dan lakukan mjd positif.

salam sukses luar biasa

M.Edi safari

Senin, 23 Agustus 2010

Keberanian_bermimpi_dan_kekuatan_tekad_Belajar_dari_Mahasiswi_Berusia_87_Tahun..."

copas artikel Danang Ambar Prabowo, dari http://danangap7.multiply.com/journal/item/71/

Mungkin sudah banyak yang membaca tulisan ini, semoga tidak bosan untuk merefresh kembali jiwa-jiwa kita. Diambil dari e-mail seoranh sahabat.

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa:
“Halo. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?

Antara_Impian_dan_Realitas..._Sebuah_Renungan_Sederhana"

copas artikel Danang Ambar Prabowo, dari http://danangap7.multiply.com/journal/item/73/

“Bukan impian yang harus menyesuaikan dengan kemampuan Anda, tapi Anda sendiri yang harus bisa menyesuaikan kemampuan untuk mencapai impian-impian luar biasa yang telah Anda tuliskan. Itulah hakikat "menuliskan" dan mencapai impian" 

(Pembuat Jejak)

Banyak orang yang mengatakan bahwa kehidupan ini adalah sebuah realita dan sangat jauh dari yang namanya mimpi dan angan-angan, sehingga kemudian mereka mengatakan:

“Realistislah dalam hidup, hidup itu bukanlah dunia khayalan. Jangan bermimpi terlampau tinggi…” dan ungkapan senada lainnya.

" Jejak 1: Dua lembar Kertas Usang dan Mimpi"

copas artikel Danang Ambar Prabowo, dari http://www.pembuatjejak.wordpress.com/, 

Masih teringat jelas bagaimana aku menuliskan kalimat-kalimat itu pada dua lembar kertas buram setelah tiba di kamar asrama Tingkat Persiapan Bersama di IPB sore itu. Baru saja  DKM Al Hurriyah usai menyelenggarakan acara Achievement Motivation Trainer (AMT) dengan menghadirkan seorang pembicara yang sangat luar biasa, Ustadz Aris Ahmad Jaya. Sosok yang di kemudian hari banyak menginspirasiku mencapai hal-hal menakjubkan yang semula hanya terlintas di mimpi belaka.Untuk kesekian kalinya aku dibuat begitu takjub dengan penampilan dan materi motivasi yang diberikannya.
“Banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpinya itu akhirnya tetap menjadi impian dan khayalan belaka. Alasannya adalah karena mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka di dalam ingatan saja. Padahal ingatan manusia itu terbatas. Akibatnya kebanyakan dari mereka itu lupa dengan mimpinya. Dan ketika ingat kembali, waktu mereka telah habis. Dan hanya penyesalan yang dirasa.”
Demikian kurang lebih kata-kata yang beliau sampaikan sebagai pembuka materi beriringan dengan tampilan slide di layar dan backsound yang sangat menawan. Kemudian dengan setengah menghentak beliau berteriak!
“Ubah! Ubah cara pandang anda! Ubah bagaimana anda menuliskan mimpi-mimpi anda. Jangan tulis dalam ingatan anda yang terbatas, karena hal itu ibarat anda menulis di atas pasir. Ketika angin bertiup, hilanglah tulisan itu. Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpi anda di atasnya. Tempatkan dimana anda akan sering melihatnya. Jika anda ragu… tulis saja 100 target yang ingin anda capai selama di IPB!”

"Aris Setyawan “Sakti” : Kuli Bangunan – Sang Pemimpi Luar Bidahsyat!"

copas artikel Danang Ambar Prabowo, dari http://www.pembuatjejak.wordpress.com/,

Note: Tulisan ini merupakan forward dari Blog multiply.com (MP) yang saya miliki (www.danangap7.multiply.com). Awalnya ingin memindahkan seluruh tulisan di sana untuk mengaktifkan kembali blog di wordpress.com ini. Tapi sepertinya akan kurang update jika demikian. Maka saya hanya memilih beberapa tulisan saja untuk di-copy ke sini. Sisanya, jika berkenan silakan berkunjung ke alamat blog MP saya di atas.
***
Kesuksesan bukan hadir secara kebetulan, tapi karena ada niat dari pelakunya (aris setyawan).
“Seandainya dalam hidup ini engkau menemui jalan yang berliku, hambatan, halangan dan rintangan, yakinlah di depan pasti ada jalan kemenangan.Seandainya, engkau berjalan di jalan yang lurus, tanpa menemui hambatan dan tantangan, maka hati-hatilah, siapa tahu di depan engkau akan menemui masalah. Pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang hobi menyerah tidak akan pernah menang” (Aris Setyawan, 2008)
Ini bukan kisah dalam dongeng, bukan ada dalam halusinasi. Ini adalah kisah nyata, bukti kekuatan sebuah mimpi. Adalah seorang Aris Setyawan, enam tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002. Seorang pemuda yang baru menjelang lulus SMA, berniat mendaftar USMI. Namun saat itu, Aris melihat uang di dompet ibunya hanya ada Rp 50.000,-. Aris mengurungkan niatnya melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.
Mimpi itu, mimpi melanjutkan ke perguruan tinggi impiannya ;IPB, ia pendam dan tanamkan dalam hatinya, ia tancapkan kuat-kuat dalam pikirannya. Sama halnya dengan kedua teman Aris, Safuan dan Kusno. Kusno ingin menjadi seorang karyawan, dan Safuan ingin pergi ke Jepang. Hambatan yang menghalangi mimpi mereka saat itu justru membuat mereka semakin yakin akan meraih kemenangan di depan kelak.
Berbekal uang seadanya, Aris dan kedua temannya, Safuan dan Kusno mengadu nasib ke Jakarta.

" Menjadi apapun kita nanti… Yang penting: kontribusi apa yang akan kita berikan nantinya?"

copas artikel Danang Ambar Prabowo, dari http://www.pembuatjejak.wordpress.com/,

Forward sebuah kisah hikmah yang saya ambil dari postingan Pak Wahyu Darmani (CSR PT Ajinomoto Indonesia), dengan sedikit penambahan di bagian akhir. Semoga bermanfaat. Terima kasih pak Wahyu atas inspirasinya :)
Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sdg naik pesawat ke Jakarta.
Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa dan akhirnya larut dalam obrolan ringan.
“Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si Pemuda.
“Oh… Saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua” jawab ibu itu.
“Wouw….. hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu melanjutkan pertanyaannya.
“Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya Bu??
Bagaimana dgn kakak-adik adik nya ???”
“Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang , yang keempat kerja di Perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di
Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang”
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.
“terus bagaimana dengan anak pertama Ibu ???”
Sambil menghela napas panjang, Ibu itu menjawab,
“Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja, nak, Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar “

Minggu, 22 Agustus 2010

"Kesulitan Bukanlah Rintangan (HM.Syamlan,Lc)"

copas pesan Edi Safari,

Bila anda menghadapi kesulitan, maka janganlah menganggap bahwa kesulitan itu adalah rintangan. Kesulitan itu hanyalah ujian yang harus kita hadapi, kita selesaikan atau kita biarkan untuk sementara waktu guna mengerjakan ujian lain yang lebih mudah. Jangan berhenti terlalu lama memandangi soal yang sulit. Lompat saja untuk mengerjakan soal-soal lain yang lebih mudah dan lebih penting.

Soal-soal dalam kehidupan pasti tidak satu. Biasanya sangat banyak. Ada yang memang benar-benar sulit, sedang dan ada yang muda. Artinya dalam hidup ini banyak pilihan. Orang sering gagal, ketika melihat pilihan itu hanya satu. Seperti seorang pemuda atau pemudi yang frustasi karena gagal bercinta dengan seorang kekasih pujaan. Padahal seharusnya tak perlu frustasi, tak diterima dengan yang ini, yang lain masih banyak.

Itulah manusia diberikan oleh Allah ujian yang bermacam-macam dan pilihan yang beraneka. Nikmati saja ujian itu dengan suka hati, lapang dada dan penuh dengan perasaan husnudhan billah (berbaik sangka kepada Allah). Pilih saja alternatif-alternatif lain yang lebih memungkinkan, lalu bila telah selesai dan waktu masih ada kembalilah untuk menyelesaikan soal sulit yang tertinggal. Maka, Anda bisa dapatkan nilai seratus atau bahkan seratus plus.

Kalau toh waktu habis dan soal yang sulit itu belum terjawab, tak mengapa. Karena boleh jadi soal itu ternyata tak terlalu penting, dan tidak membuat gagal. Nilai dalam satu mata pelajaran tak harus dapat seratus. Dapat nilai sembilan puluh itu masih sangat memuaskan. Jangan hanya gara-gara satu soal yang sulit menyebabkan mendapat nilai nol, padahal seharusnya bisa mendapatkan nilai sembilan puluh.

Yang paling penting dalam hidup ini adalah berangkat dengan niat yang ikhlas. Lalu mengambil pilihan yang benar, halal dan bukan yang haram. Setelah itu mengerjakannya dengan baik. Ketika ada kesulitan, hadapi dengan penuh kesabaran, dan perjuangan (mujahadah). Dengan itu, kesulitan akan berubah menjadi kemudahan, atau terbuka berbagai alternatif lain yang lebih baik.

Pintu-pintu dalam kehidupan ini sangat banyak. Tertutup satu pintu, jangan pernah menganggap bahwa semua pintu telah tertutup. Satu pintu tertutup, pintu-pintu lain masih terbuka. Siapa yang hidupnya untuk berjuang dan ridha Allah yang menjadi tujuan, maka tak perlu khawatir. "Dan orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al-Ankabut: 69)