Baca dulu, sumpah nangis, berlinang air mata !!!
Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah.Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.
1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.
pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!!
merupakan himpunan goresan... dengan harapan membuka wawasan, menumbuhkan semangat, dan memberi motivasi - WALAUPUN HARUS MERANGKAK - untuk terus maju ke depan . " Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. "
Jumat, 26 Agustus 2011
Minggu, 30 Januari 2011
Pandangan politik saya: TARBIYAH ISLAMIYAH
Hehehe,setelah lama vakum berjumpa lagi dg tulisan saya.
Kali ini saya mau cerita ttg pandangan politik saya saat ini, TARBIYAH ISLAMIYAH.
Apa itu? Nah,biar sejumlah artikel ini yg menjelaskan, ok?
Artikel pertama
Setidaknya ada dua alasan mengapa tarbiyah Islamiyah menjadi hal yang sangat penting. Pertama, ditinjau dari aspek internal ajaran Islam, dan kedua, ditinjau dari aspek individu umat Islam.
A. Aspek Internal Ajaran Islam
Rasul diutus oleh Allah ke dunia ini adalah untuk mengeluarkan manusia dari kejahiliyahan, dan menjadikannya sebagai khairu ummah. Untuk melaksanakan tugas ini, Rasulullah melaksanakan sebuah metode pendidikan (tarbiyyah) yang bermula dari tilawah, kemudian tazkiyyah, dan setelah itu ta’limul kitab wal hikmah (2:151, dan 62:2).
Metode ini kami anggap paling tepat (atau bahkan baku) sebab, ketika Nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka (anak cucu kami) seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (2:129), Allah menjawabnya dengan; “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepadamu, mensucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al Hikmah, serta mengajarkan kepadamu apa-apa yang belum kamu ketahui” (2:151). Pada do’a Nabi Ibrahim ta’limul kitab wal hikmah mendahului tazkiyyah dan pada jawaban Allah tazkiyyah mendahului ta’limul kitab wal hikmah. Metode ini terbukti mampu mencabut akar-akar kejahiliyahan dari dada ummat dan kemudian menjadikannya sebagai ummat yang terbaik.
Setelah jahiliyyah berhasil ditumbangkan pada masa rasul, ada yang beranggapan bahwa jahiliyyah tidah akan pernah muncul lagi. Seolah-olah, menurut mereka, jahiliyyah merupakan salah satu fase sejarah yang telah lampau dan tidak akan terulang lagi.
Salah bukti adanya anggapan (pandangan) ini adalah adagium yang dikembangkan oleh Dunlop, yang menyatakan: “Orang-orang Arab pada masa jahiliah suka menyembah patung dan berhala, menguburkan anak perempuan hidup-hidup, suka minum khamr dan main judi, suka merampok dan menodong. Lalu datanglah Islam untuk melarang semua itu.”
Apa yang salah dari ungkapan di atas? Selintas ungkapan itu benar adanya. Islam diturunkan untuk menghancurkan kejahiliahan. Tetapi kalau dicermati secara lebih teliti, ungkapan yang dimuat dalam planning pendeta yang datang ke Mesir pada masa pendudukan Inggris itu, mengandung maksud untuk menggambarkan bahwa misi Islam telah selesai dan tak ada lagi peranan yang bisa dilakukan oleh Islam untuk kaum muslimin dan umat manusia lainnya.
Kalau sekarang umat menengok ke sekelilingnya, mereka tidak akan menemukan patung-patung sebagaimana yang disembah oleh orang Arab Jahiliah. Mereka juga tidak akan mendapati orang yang menguburkan anak perempuannya hidup-hidup. Lebih dari itu, mereka juga akan kesulitan untuk menemukan peminum khamr, pemain judi, dan perampok dalam bentuk tradisionalnya. Dengan hilangnya atribut-atribut kejahiliyyahan tersebut, apa lagi peran yang dapat dimainkan oleh Islam?
Kali ini saya mau cerita ttg pandangan politik saya saat ini, TARBIYAH ISLAMIYAH.
Apa itu? Nah,biar sejumlah artikel ini yg menjelaskan, ok?
Artikel pertama
Setidaknya ada dua alasan mengapa tarbiyah Islamiyah menjadi hal yang sangat penting. Pertama, ditinjau dari aspek internal ajaran Islam, dan kedua, ditinjau dari aspek individu umat Islam.
A. Aspek Internal Ajaran Islam
Rasul diutus oleh Allah ke dunia ini adalah untuk mengeluarkan manusia dari kejahiliyahan, dan menjadikannya sebagai khairu ummah. Untuk melaksanakan tugas ini, Rasulullah melaksanakan sebuah metode pendidikan (tarbiyyah) yang bermula dari tilawah, kemudian tazkiyyah, dan setelah itu ta’limul kitab wal hikmah (2:151, dan 62:2).
Metode ini kami anggap paling tepat (atau bahkan baku) sebab, ketika Nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka (anak cucu kami) seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (2:129), Allah menjawabnya dengan; “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepadamu, mensucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al Hikmah, serta mengajarkan kepadamu apa-apa yang belum kamu ketahui” (2:151). Pada do’a Nabi Ibrahim ta’limul kitab wal hikmah mendahului tazkiyyah dan pada jawaban Allah tazkiyyah mendahului ta’limul kitab wal hikmah. Metode ini terbukti mampu mencabut akar-akar kejahiliyahan dari dada ummat dan kemudian menjadikannya sebagai ummat yang terbaik.
Setelah jahiliyyah berhasil ditumbangkan pada masa rasul, ada yang beranggapan bahwa jahiliyyah tidah akan pernah muncul lagi. Seolah-olah, menurut mereka, jahiliyyah merupakan salah satu fase sejarah yang telah lampau dan tidak akan terulang lagi.
Salah bukti adanya anggapan (pandangan) ini adalah adagium yang dikembangkan oleh Dunlop, yang menyatakan: “Orang-orang Arab pada masa jahiliah suka menyembah patung dan berhala, menguburkan anak perempuan hidup-hidup, suka minum khamr dan main judi, suka merampok dan menodong. Lalu datanglah Islam untuk melarang semua itu.”
Apa yang salah dari ungkapan di atas? Selintas ungkapan itu benar adanya. Islam diturunkan untuk menghancurkan kejahiliahan. Tetapi kalau dicermati secara lebih teliti, ungkapan yang dimuat dalam planning pendeta yang datang ke Mesir pada masa pendudukan Inggris itu, mengandung maksud untuk menggambarkan bahwa misi Islam telah selesai dan tak ada lagi peranan yang bisa dilakukan oleh Islam untuk kaum muslimin dan umat manusia lainnya.
Kalau sekarang umat menengok ke sekelilingnya, mereka tidak akan menemukan patung-patung sebagaimana yang disembah oleh orang Arab Jahiliah. Mereka juga tidak akan mendapati orang yang menguburkan anak perempuannya hidup-hidup. Lebih dari itu, mereka juga akan kesulitan untuk menemukan peminum khamr, pemain judi, dan perampok dalam bentuk tradisionalnya. Dengan hilangnya atribut-atribut kejahiliyyahan tersebut, apa lagi peran yang dapat dimainkan oleh Islam?
Selasa, 16 November 2010
copas note Akhmad Shauman Daya, "Rindu"
1 tahun yang lalu di bulan ini saya pernah mempertanyakan kenapa saya harus tumbuh menjadi dewasa tanpa bimbingan orang yang saya panggil ayah ato papa ato abah ato apalah tergantung kalian mau manggil apa, tapi yang pasti dia itu pemengang saham terbesar atas hadirnya Kita di dunia ini ^^. Saat saya ada masalah, saat bingung, saat harus milih sesuatu, seharusnya dia ada untuk memberikan jawaban dan solusi untuk kehidupan saya. Mungkin kalo ada kesempatan 1 hari ato 1 jam pun untuk bertemu kembali dengannya akan banyak sekali pertanyaan yang akan saya tanyakan kepada "dia" tetang kehidupan sementara yang membingungkan ini, walaupun itu sesuatu yang paling mustahil terjadi di dunia ini. 11 tahun yang lalu tepat di hari ini saya kehilangan "dia", umur 7 tahun belum cukup untuk seorang anak manusia untuk mempertanyakan tentang kehidupan, padahal itu adalah saat terakhir untuk bertanya dan berdiskusi dengannya, dasar hidup yang menjadi pedoman saya terputus sudah, mencari semua sendiri tanpa ada yang mengayomi, tapi hidup harus tetap berjalan dan waktu terus berputar. hidup di antara orang tua yang utuh dan seorang anak perempuan lain yang selalu bikin saya cemburu sampai sekarang atas kemanjaan dan ketidak peduliannya. Ini mungkin yang namanya keluarga, saat kalian senang dikala berkumpul bersama yang mengalahkan kesenangan apapun di dunia ini, saat kalian akan menangis sejadi-jadinya di saat salah satu di antara mereka hilang sejenak di kala ada kesibukan lain di dunia yang mereka jalani. tapi itu semua hanya tinggal kenangan bagi saya. Rindu, mungkin itu kata2 yang paling pas untuk saat ini, saat dimana kau sendiri di tempat yang baru, saat kau mulai memilih untuk menjadi orang yang seperti apa nantinya, saat kau mulai menemukan arti kedewasaan. sekarang saya sudah berumur 17 saya masih saja menjadi abu2.
makasih buat yang baca, ini cuma sekedar curhat, ^^
.
.
.
.
.
tambahan saya ga banyak, cuma beberapa pertanyaan.termasuk untuk diri saya sendiri...
dengan orangtua yg lengkap, sudah sehebat apa kita menempuh hidup? apa saja yg sudah kita hasilkan?
atau,
sudah berapa kali kita kecewakan mereka? sudah berapa kali kita membuat mereka menangis, atau berkata kalau kita membenci mereka, atau malu dg keberadaan mereka, atau malah menganggap mereka tak mengerti kita?
hanya kita dan Allah yg tahu.
.
.
sudah saatnya kita belajar beryukur.
makasih buat yang baca, ini cuma sekedar curhat, ^^
.
.
.
.
.
tambahan saya ga banyak, cuma beberapa pertanyaan.termasuk untuk diri saya sendiri...
dengan orangtua yg lengkap, sudah sehebat apa kita menempuh hidup? apa saja yg sudah kita hasilkan?
atau,
sudah berapa kali kita kecewakan mereka? sudah berapa kali kita membuat mereka menangis, atau berkata kalau kita membenci mereka, atau malu dg keberadaan mereka, atau malah menganggap mereka tak mengerti kita?
hanya kita dan Allah yg tahu.
.
.
sudah saatnya kita belajar beryukur.
Senin, 13 September 2010
Sepucuk Surat Lusuh untuk Penjajah Tercinta . . .
tulisan ini diukir oleh hati yg pedih
mendengar bagaimana orang bodoh di pemerintahan bekerja
melihat betapa kkn menyengsarakan bangsa
mencium busuknya bau dosa . . .
tulisan ini adalah luapan emosi yg hidup
ungkapan kekecewaan yg bernapas
gambaran murka yg berkembangbiak
tulisan ini tidak dibuat untuk diteladani
tapi untuk mengingatkan kita betapa 230 juta rakyat yg kecewa berpikir dan bermimpi
itu berbahaya
selamat mengikuti
.
.
.
yth pak penjajah
di negeriseberang
apa kabar pak? terakhir bertemu sekitar 60 tahun lalu saat bapak menjajah tanah ini
mendengar bagaimana orang bodoh di pemerintahan bekerja
melihat betapa kkn menyengsarakan bangsa
mencium busuknya bau dosa . . .
tulisan ini adalah luapan emosi yg hidup
ungkapan kekecewaan yg bernapas
gambaran murka yg berkembangbiak
tulisan ini tidak dibuat untuk diteladani
tapi untuk mengingatkan kita betapa 230 juta rakyat yg kecewa berpikir dan bermimpi
itu berbahaya
selamat mengikuti
.
.
.
yth pak penjajah
di negeriseberang
apa kabar pak? terakhir bertemu sekitar 60 tahun lalu saat bapak menjajah tanah ini
Langganan:
Postingan (Atom)
